Gallery

Part 4, Taman Mini Malaysia dan Mini ASEAN

Hari kedua di Malaysia kami diajak ke Malaka oleh pihak Akademi Pengajian Melayu Universitas Malaya. Kami sudah dijemput dengan bus pariwisata yang sangat nyaman yang telah disediakan oleh pihak universitas. Kepergian kami dilepaskan oleh Ibu Salina yang ketika itu membawa rombongan pertukaran mahsiswa yang belajar bahasa melayu dari China. Kalau saya boleh ingat beberapa nama diantara mereka, Rohana,  Jamilah, rggghhh (saya lupa, nama mereka di Malaysia pun sangat melayu sekali). Jika saya disuruh ingat nama China mereka, tak satupun nama yang teringat.
Tujuan  pertam kami adalah Taman Mini Malaysia dan Mini ASEAN. Lokasi tempat wisata ini di Ayer Keroh (antara Kuala Lumpur dan Malaka) yang luasnya meliuti 13,5 ha. Di tempat ini pengunjung  berkesempatan untuk merasakan keseluruhan Malaysia dalam waktu yang singkat. Taman mini ini dibagi dua yaitu Taman Mini Malaysia dan Taman Mini ASEAN (saya sendiri tak sempat harus melihat ke mini ASEANL). Pada taman ini juga dilengkapi hotel, ruang seminar, asrama, kolam renang, kegiatan outbond, permainan tradisional, kelas menari tradisional, berkuda dan lainnya.
Taman Mini Malaysia secara resmi dibuka untuk umum pada tanggal 17 Juli 1986 oleh perdana mentri Y.A.B. Datuk Seri Dr. Mahathir bin Mohamad. Pada tempat ini digabungkan rasa keingitahuan pengunjung mengenai sejarah, asal usul setiap negara bagian di Malaysia dan ciri khas arsitektur tradisional. Rumah-rumah adat yang terdapt di taman mini merupakan replika yang dibangun berdasarkan ukuran sebenarnya dan desain tradisional rumah-rumah disetiap negara bagian.
Didalam setiap rumah akan ditemui berbagai macam kerajinan, pakaian tradisional, serta  peralatan berdasarkan setiap negara bagian. Seperti kita ketahui, kerajinan merupakan sumber awal mata pencarian bagi masyarakat lokal disetiap daerah.  Meskipun desain dan bentuk struktur bangunan disetiap negara bagian hampir sama, tetapi mereka tidak lah benar-benar sama (nah lo, pusing sendiri kan!). Ditaman mini ini terdapat 13 rumah tradisional yang mewakili setiap negara bagian. PERLIS Long Roofed House, Penang Long Roofed House, Kedah Long Roofed House, Perak Long Roofed House, Selangor Long Roofed House, Negeri Sembilan Long Roofed House, Melaka Long Roofed House, Johore Five Roofed House, Kelantan Long Roofed House, Terengganu Five Roofed House, Pahang Long Roofed House, Rumah Dusun Lutud (SABAH traditional house), Rumah panjang SARAWAK (SARAWAK traditional house)
Ketika mengunjungi tempat ini, saya teringat akan Taman Mini Indonesia Indah dijakarta. Konsep ynag disajikan cukup sama dengan yang ada di Indonesia. Jika dibandingakan dengan yang ada ditanah air, Mini Malasyia menjadi tidak begitu menarik. Mungkin  keberagaman suku di Indonesia membuat variasi rumah yang disajikan juga lebih banyak. Pada waktu saya mengunjugi terdapat 33 rumah adat yang mewakili berbagai provinsi di Indonesia. Ada juga  beberapa spot yang tidak terurus dengn baik di Mini Malaysia, rumah yang tidak terawat, guguran daun dibiarkan tumpah ruah memenuhi halaman rumah, sehingga membuat rumah tersebut seperti rumah yang terabaikan. Tetapi satu hal yang saya sangat salut dengan pariwisata malaysia, mereka mampu mengemas sesuatu yang biasa menjadi luar biasa dengan nilai jual yang sangat tinggi.
Selain itu, pemerintah Malaysia sangat memperhatikan kebersihan lingkungannya. Hampir tidak ada terdapat sampah berterbaran (saya pikir selama dimalaysia, mau cari samaph dimana ya?). Sepanjang jalan di Tamann Mini bersih dan tidak ada sampah. Tempat sampah pun diletkkan secara teratur, walaupun tidak ditemukan banyak disetiap jalannya.Tempat sampah itu ada walaupun letaknya berjarak. Namun sebenarnya, mental mereka lebih bagus, mereka sudah memiliki kesadaran dalam membuang sampah. Ketika saya melihat seorang ibu yang menggendong anaknya, masih memegang sampah botol plastik mineral ditangannya. Karena ketika saya melihat dia, memang tidak ada tempat samaph terdekat. Makanya ia tetap membawa samapahnya.
Selanjutnya, kejadian lucu ketika saya mau keluar dari Taman Mini ini. Ada seorang penjual cendra mata yang mempersilahkan saya masuk dan karena saya tidak ingin membeli apa-apa. Saya melongos saja mencari pintu keluar. Ternyata ohh ternyata pintu keluar itu harus melewati tempat penjualan souvenir. Pintu keluar dibuat dengan rintangan. Kenapa saya menyebutnya rintangan, karena disana sudah ada berbagai macam toko penjual sovenir yang telah diatur sangat rapih. Mau tak mau pengunjung pun wajib dan kudu mengintari deretan toko sovenir itu untuk mencapai pintu keluar. Taktik yang sangat jitu untuk merogoh kantong para turis. Tidak perlu harus sorak bersorak, panggil memamngil, paksa-memaksa, tarik menarik bahkan rebut-berebutan  sesama penjual souvenir untuk memanggil wisatawann untuk datang ke toko souvenir. Karena secara otomatis, pastilah para wisatawan akan melihat dagangan para penjual souvenir. Dengan pajangan yang menarik, musik yang lembut dan aroma yang memikat (dari souvenir kok ke makanan ya?) para turis akan mampir ke toko souvenir.
Seharusnya, para anggota dewan yang pergi plesiran ke luar negeri harus bisa mengambil contoh postif dari pariwisata tetangga sebelah. Ambil yang positif dan dibawa pulang. Jangan hanya beli oleh-oleh, dan lupa tujuan substansialnya. Sepertinya, cerita di taman Mini Malaysia harus berakhir disini, kalau tidak bisa merambah kemana-mana!

21 November 2015

IMG_6126

rombongan Universitas Andalas

IMG_6142

peta lokasi, jadi tak akan tersesat lah:)

IMG_6143

foto stand

DSCF9413.JPG

amel dan suku di Serawak

_NIK9230.JPG

pria ganteng ditengah gadis-gadis cantik

DSCF9406

Rumah Serawak

DSCF9529

DSCF9392

Advertisements

14 comments on “Part 4, Taman Mini Malaysia dan Mini ASEAN

  1. tadi aku udah komen, tapi kayaknya masuk spam apa yah… haha
    intinya, aku penasaran sama rumah negeri sembilan yg katanya ada gonjong
    sama anjungan indonesia, penasaran pake rumah adat dari daerah mana 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s