Movie Magic

Hai pembaca setia blog Aphroditeluvapple salam kenaaaal semuanyaaa 🙂  Perkenalkan, saya pemilik blog Omnduut. Mohon izin untuk bisa mengisi satu salah satu fase perjalanan blog Aphroditeluvapple dalam rangka Swap Blog ya 🙂 Kebetulan sekali di bulan September ini, saya yang bertindak sebagai host dan berhak menentukan tema tulisan. Tema bulan ini ialah Movie Magic. Hmm, apa itu Movie Magic? Sebelum menjawab hal itu saya ingin bercerita sedikit dulu mengenai kenapa saya memilih tema film.

 Saya rasa sebagian besar manusia yang hidup di planet bumi ini pernah menonton film. Bahkan, banyak yang merasa mendapatkan ‘sesuatu’ dari film yang ditonton. Apakah itu sekedar hiburan, pelajaran bahkan banyak yang berkomentar, “wah ini film gue banget!” nah, berbekal hal itulah, saya memilih tema ini karena saya ingin mengetahui film-film apa saja yang berkesan dalam hidup para blog swapper. Kesan yang timbul juga bermacam-macam. Ada yang bertutur mengenai film-film yang membuat mereka tertawa, menangis, terkenang masa kecil atau juga film-film yang berarti bagi hidup mereka. Hal-hal itulah yang terasa seperti magic. Bahkan dalam kajian serius, tontonan bisa perpengaruh terhadap kepribadian seseorang, bukan? 🙂

 Baiklah, di kesempatan ini saya ingin bercerita mengenai beberapa film yang rasa anggap cukup berarti dalam hidup. Film-film ini bukanlah sekedar tontonan semata. Saya merasa ada ‘sesuatu’ yang spesial dari film-film ini yang dapat dikaitkan dalam hidup saya. Film apa saja kah? Cekidot.

The Shawshank Redemption

Andy (Tim Robbins) dijebloskan ke dalam penjara karena dianggap sebagai pelaku atas pembunuhan istrinya. Andy memergoki sang istri berselingkuh dan gelap mata sehingga menembaki istri dan selingkuhannya itu. Di penjara, awalnya Andy diperlakukan kurang baik. Oleh sipir dan napi senior, Andy sering dianiaya secara fisik. Belakangan,  Andy bertemu dengan Red (Morgan Freeman) yang telah menghuni penjara lebih dari 20 tahun dan pada akhirnya bersahabat baik. Banyak hal-hal menarik yang diperlihatkan dalam film ini. Bagaimana beradaptasi di lingkungan yang keras misalnya. Kita bisa memilih apakah akan ikut dalam arus negatif atau mendobrak keadaan dan melakukan hal-hal positif.

Image

source, click the image

Andy memanfaatkan kepandaiannya. Sebagai seorang bankir, ia pernah secara lancang memberikan nasehat keuangan kepada seorang sipir. Bahkan karena hal itu ia hampir dibunuh. Namun pada akhirnya sipir menerima saran Andy tersebut. Andy bahkan menarik perhatian kepala penjara. Sikap mereka kepada Andy perlahan berubah. Beberapa sipir yang lain bahkan secara malu-malu datang kepadanya ingin berkonsultasi.

Andy yang ditugaskan di perpustakaan penjara prihatin dengan kondisi perpustakaan di sana. Ia ingin memperbaiki, namun kepala penjara bilang bahwa tidak ada anggaran disana. Setiap minggu Andy mengirim surat kepada pemerintah. 5 tahun kemudian baru ada jawaban. Ia hanya diberi uang $200, dan sedikit buku bekas. Itu belum cukup. Maka ia lalu menulis surat dua kali seminggu kepada Pemerintah. Hasilnya…. kini mereka memiliki perpustakaan yang besar dan nyaman.

gambar diambil disini

source, click the image

The Shawshank Redemption adalah film besutan sutradara handal Frank Darabont yang diangkat dari novel karya Stephen King. Sejak dilaunching pada tahun 1994, film ini menjelma sebagai film terbaik ke-2 sepanjang masa versi Imdb.com (hanya satu tingkat di bawah The Godfather). Ini adalah salah satu film terbaik yang pernah aku tonton. Masih banyak hal menarik dari film ini. Yang pasti, film ini mengajarkan satu hal penting. ”Jangan pernah berputus asa dan berusaha” dan hal ini diperlihatkan dengan sempurna dari ending film ini.

Good Will Hunting

Jauh sebelum Matt Damon dikenal sebagai pembunuh amnesia di Jason Bourne series. Aku sudah terpikat dengan aktingnya yang jempolan kala memerankan sosok Will Hunting, pemuda genius yang memiliki masa lalu kelam. Selama lebih dari 20 tahun, Will Hunting hidup dalam kondisi kesendirian, kesepian dan selalu dibayang-bayangi trauma kejadian di masa lalu.

good_will_hunting_ver2

source, click the image

Will bekerja sebagai cleaning service di MIT, Amerika Serikat. Karena kejeniusannya, secara diam-diam, Will berhasil memecahkan sebuah soal tantangan di papan tulis yang diberikan oleh Prof. Gerald (Stellan Skarsgard) kepada muridnya. Siswa di kampus menjadi heboh takkala mengetahui soal super sulit tersebut berhasil dipecahkan oleh seseorang. Namun tidak ada yang tahu siapa orangnya.

Hingga akhirnya secara tak sengaja, Prof.Gerald, memergoki Will tengah menyelesaikan soal lain di papan tulis koridor kampus. Will yang kepergok langsung memutuskan berhenti bekerja. Karena masa lalu yang buruk, Will dewasa mudah sekali terpacu emosinya (namun bukan bertindak brutal), bersama temannya, Will tergerak untuk memukuli gerombolan pemuda yang baru saja mengganggu seorang wanita.

Karena kejadian itu, Will ditangkap polisi dan harus mengikuti sidang. Disini kecerdasan Will ditantang. Ternyata bukan sekali itu saja Will melakukan tindakan pemukulan. Dikarenakan argumentasinya yang cerdas, Will selalu bebas. Belakangan, Prof. Gerald berusaha mengangkat trauma Will dengan mengenalkan pemuda jenius itu ke bebarap psikolog. Hasilnya? Tidak ada psikolog yang mampu menandingi argumentasi Will hingga ia bertemu Sean Maguire (Robin Williams) yang ternyata mampu memahaminya dan berusaha mengangkat satu demi satu sisi traumatis yang mengendap di hari Will Hunting.

source, click the image

source, click the image

Good Will Hunting adalah film yang memberikan Matt Damon dan Ben Affleck piala oscar pertama mereka. Uniknya, mereka menerima piala patung telanjang itu bukan dalam kategori akting tapi di kategori naskah terbaik! Yup, naskah film ini ditulis sendiri oleh Matt Damon dan Ben Affleck. Sehingga secara tidak langsung film ini mentasbihkan kejeniusan dua aktor film ini. Memang, ketika film ini dirilis pada tahun 1997, karir Matt Damon dan Ben Affleck kian bersinar. Matt Damon berkali-kali dinominasikan di academy award bahkan Ben Affleck baru memenangkannya di film Argo.

Ini adalah film yang ’menusuk’. Di beberapa kondisi kita kadang merasakan apa yang dirasakan Will. Bagaimana sulitnya bersosialisasi walaupun sebetulnya kita punya kemampuan untuk aktualisasi diri. Penting bagi kita untuk mengesampingkan rasa trauma karena sesungguhnya potensi positiflah yang seharusnya dipelihara dan dipergunakan demi kepentingan orang lain. Bravo untuk Good Will Hunting!

(500) Days of Summer

”Cara terbaik melupakan wanita adalah dengan mengubahnya sebagai literatur.” Tom Hansen.

Aah, akhirnya membahas satu film bertema cinta. Banyak sekali film romantis yang sudah saya ’lahap’. Namun, film bertajuk (500) Days of Summer ini bisa dibilang masih menduduki posisi puncak sebagai film terbaik di genre tersebut. Di film ini, kita akan menjumpai Joseph Gordon Levitt yang berperan sebagai Tom Hansen. Karyawan di sebuah kantor percetakan kartu ucapan. Keseharian Tom yang menjemukan mendadak berubah takkala bos ditempatnya bekerja memperkerjakan seorang asisten baru. Asisten tersebut ialah seorang gadis cantik berambut gelap bernama Summer (Zooey Deschanel).

500_days_of_summer08

source, click the image

Bermula dari perkenalan, hubungan yang intens hingga akhirnya mereka ‘berjalan berdua’ ditampilkan dalam alur maju mundur yang dinamis. Dari awal Summer sudah mengingatkan Tom bahwa ia tidak menginginkan sebuah hubungan yang serius, dan Tom menyanggupinya. Namun, belakangan ketika waktu terus bergulir, Tom menginginkan kejelasan status hubungan mereka. Kejadian di sebuah bar, dimana seorang lelaki menggoda Summer menyadarkannya bahwa ia tidak punya hak apa-apa untuk ’mengikat’ Summer dikarenakan ketidakjelasan hubungan mereka. ”Aku tidak butuh kau melebeli hubungan kita, tapi aku butuh konsistensi cinta,” ujar Tom.

five_hundred_days_of_summer_ver2

source, click the image

Terang saja, hubungan yang awalnya romantis berakhir kacau. Dalam rentang waktu maju mundur selama 500 hari, penonton akan diperlihat gejolak-gejolak hubungan Tom dan Summer. Interaksi unik, lucu, romantis, ’perperangan’  dan keseruan-keseruan itu ditampilkan dengan sangat baik oleh sutradara Marc Webb. Bahkan, dikarenakan keberhasilan film ini pula Marc Webb akhirnya dipercayakan memegang kendali proyek berbudget besar sekelas The Amazing Spiderman tahun lalu.

Aaah pokoknya aku cinta film romantis nan jenaka ini. Akting Joseph dan Zooey jempolan dan terasa sekali aura cintanya. Film ini memberikan harapan bagi penonton yang merasakan patah hati atau kegalauan cinta #tsah hahaha. Omong-omong, coba lihat tulisan pada tshirt yang dikenakan Joseph ini. Love Will Tears Us Apart. Eh kok begitu? eh tenaaaaang, film ini memperlihatkan kalau cinta sejati akan muncul pada saat yang tepat. 🙂 Bagi yang suka genre romantis (500) Days of Summer wajib ditonton! Ini adalah salah satu film paling romantis yang pernah aku tonton. Highly recommended!

The Fall

Alexandria (Cantica Untaru) berada di rumah sakit karena tangannya patah ketika membantu orang tuanya memetik buah. Alexandia baru berusa 5 tahun, dan karena kecelakaan itu, tangannya harus dibalut peban. Alexandria gadis kecil yang manis dan periang. Hobinya juga berkelana dari satu bangsal ke bangsal yang lain. Makanya banyak orang yang mengenalnya.

source, click the picture

source, click the image

Alexandria selalu mengelilingi rumah sakit dengan membawa sebuah kotak kecil yang berisi ”harta karun” miliknya. Isinya terdiri dari beberapa gambar dan tulisan. Itu saja. Suatu hari, ketika ia  menjelajahi bangsal orang dewasa, ia bertemu dengan Roy (Lee Pace) yang tampan. Sama seperti Alexandria, Roy juga harus diperban, namun pada kaki. Alexandria masih beruntung ia bisa berjalan-jalan, karena Roy sehari-hari hanya berada di tempat tidur.

source, click the picture

source, click the image

Awalnya Alexandria malu-malu mendekati Roy. Namun, Roy pandai sekali bercerita. Setelah mengetahui kalau nama gadis cilik itu Alexandria, Roy bercerita mengenai kisah Alexander Agung yang bijaksana. Alexandria mulai menyukai teman barunya itu. Terlebih ketika Roy bercerita mengenai kisah 5 Pendekar dan Gubernur Odious yang kejam sehingga Alexandria selalu betah dan rutin menghampiri Roy setiap hari.

Roy sendiri ternyata memiliki masa lalu yang sedikit muram sehingga karena suatu kejadian ia harus dirawat di rumah sakit. Ternyata kegemaran Roy bercerita kepada Alexandria ada maunya. Ia memanfaatkan gadis cilik itu untuk mendapatkan ’sesuatu’ yang ia inginkan. Sayangnya itu adalah sesuatu yang dilarang. Namun untunglah, kepolosan Alexandria mampu mengembalikan semangat Roy dan membuat lelaki itu berani kembali melanjutkan hidup dan melupakan keinganan yang tidak bermanfaat itu.

Apa yang menjadi keistimewaan film ini? yakni dongeng-dongeng yang diceritakan oleh Roy, benar-benar divisualisasikan dengan cemerlang oleh sutradara Tarsem Singh. Jadi, imajinasi Alexandria mengenai dongeng yang diceritakan Roy benar-benar ditampilkan dalam bentuk visual. Uniknya, Alexandria dan Roy turut berperan dalam dongeng tersebut. Sinematografinya kelas wahid. Rasanya, setiap gambar yang diambil sudah disiapkan dan dipikirkan secara detail. Film ini juga mengambil gambar di lokasi-lokasi indah yang ada di beberapa negara. Paling banyak di India. Namun, tahukah bahwa ada satu adegan yang diambil di Bali? Dan itu luar biasa indah!

Saya menyukai dongeng. Bahkan dulu ketika masih TK, saya selalu menunggu sesi dongeng oleh ibu guru yang menggunakan properti TV berjalan (jadi ada kertas yang digulung di kotak menyerupai TV sehingga gambar menjadi ’hidup’). Untuk orang yang suka berimajinasi terhadap suatu cerita, film inilah jawabannya. Selain itu, seperti halnya tujuan sebuah dongeng pasti ada nilai-nilai positif yang menjadi inti cerita. Dan melalui The Fall nilai-nilai itu disampaikan dengan baik kepada penonton. The Fall adalah salah satu film terindah yang pernah aku tonton!

Into The Wild

Chris McCandless (Emile Hirsch) mendambakan kebebasan ‘sejati’ dalam hidupnya. Ia merasa tidak puas dengan kehidupan yang selama ini ia jalani. Bersekolah, dituntut berprestasi (berhasil ia buktikan), diharapkan melanjutkan ke sekolah tinggi elite. Tunggu, bukankan itu harapan ’normal’ kebanyakan orang tua? Yup, tapi tidak dengan Chris yang kedua orang tuanya (belakangan digambarkan) kerap sekali bertengkar.

Chris menarik semua uang yang ada ditabungannya. Tawaran Ayahnya untuk membelikan mobil baru ditampik kasar. Uang puluhan ribu dolar langsung ia donasikan ke yayasan amal. Sisanya? Dengan ’senang hati’ ia bakar di pinggir jalan. Bahkan disuatu adegan ketika ia ditanya mengapa ia membakar uangnya, Chris menjawab, ”Uang membuat orang selalu merasa cemas”. Tidak hanya itu,  kartu kredit, kartu identitas dan segala sesuatu yang menunjukkan jati dirinya ia bakar tanpa sisa. Sekarang, ia bukan lagi Chris McCandless tetapi telah menjelma menjadi sosok Alexander Supertramp 🙂

21wild-600

source, click the picture

Mulailah Chris a.k.a Alex melakukan perjalanannya melintasi beberapa kota dan negara bagian. Apa yang ia tuju? Alaska! Film bergerak maju mundur. Di suatu adegan digambarkan Alex yang sudah tiba di Alaska, namun di adegan lain, diceritakan bagaimana perjalanannya hingga ia berhasil menuju kesana, tanpa uang sepeserpun, dan berkelana dengan hanya bermodalkan jari! Uniknya di sepanjang perjalanan inilah Alex bertemu dengan orang-orang yang mengajarkan banyak hal kepadanya. Dialog-dialog cerdas mengalir tanpa henti di film ini sekaligus memperlihatkan semangat perjuangan dan kegaulauan pencarian jati diri melalui tokoh utamanya.

Into_the_Wild

source, click the image

Bagi banyak traveler, Into The Wild adalah salah satu film yang wajib ditonton. Film ini memperlihatkan bahwa semua bisa dijalani walau keterbatasan membelengku seseorang. Tapi, menurutku, makna perjalanan di film ini jauh lebih besar dari itu. Terlepas dari apapun, keselamatan tetap menjadi hal yang utama. Diantara sinematografi indah yang ditampilkan dalam film ini, kita diajarkan untuk mawas diri bahwa alam yang indah pun sesekali bisa berlaku kejam jika kita tidak siap dalam menghadapinya. Finaly, film garapan aktor kaliber oscar Sean Penn ini adalah salah satu film perjalanan terbaik yang pernah aku tonton!

Ahhh selesai. Akhirnyaaaa… semoga pembaca blog Aphroditeluvapple tidak merasa bosan ya. Dan semoga bisa mendapatkan ‘sesuatu’ melalui tulisan ini. Sebetulnya masih banyak film-film keren lainnya yang bisa menggambarkan kepribadian Omnduut hehe. Seperti kegemaran memasak Omnduut yang diperlihatkan lewat sosok Remy si tikus koki di film Ratatouille. Tapi, so far, jika ditanya film apa yang paling berkesan bagi saya? dengan mantap saya akan menjawab bahwa film itu ialah 3 Idiots. Film yang setiap kali ditonton selalu bikin nangis hingga beruraian air mata. Eaaaa 🙂

Terima kasih Cicil atas kesempatannya menulis di blog Aphroditeluvapple 🙂

Advertisements

8 comments on “Movie Magic

  1. Pingback: Movie Magic, Bewitch My World | La Rêveur Vrai

      • Aku tahunya dulu dari Ancha film itu. Dan… kayak beneran nonton dongeng! cakep banget! di Youtube ada full versionnya sih mas Aldi 🙂 tapi kualitasnya gak kece. Dulu aku dapet yang *oops* bajak sawah eh ada bonus behind the scenenya. Kereeeen!

  2. Pingback: #SwapBlog | Movie Magic | disGOvery

  3. Pingback: SwapBlog Manifesto : Movie Magic | La Rêveur Vrai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s