LEGENDA AKU & KAMU #CeritadariKamar

Kisah ini terjadi beberapa tahun lalu.  Pada masa ketika saya merindu, namun dirimu seperti abai, atau pura-pura tak tahu.

Kenapa kamu suka biru?

Pembicaraan di telepon tiap malam tak ubahnya basa-basi belaka.  Setor suara.  Saya sempat jengkel sama kamu, karena kamu tahu saya suka biru tanpa alasan tertentu.  Saya gusar karena saya rindu kamu tapi hadirmu tiada.

Kamu lebih suka langit biru atau langit biru berawan?

Perbincangan mengenai cuaca (setelah keheningan mendera) adalah pertanda obrolan yang mandek.  Saya bilang saya kangen kamu.  Abaikan soal langit biru.  Abaikan awan.  Saya tak tahu apakah kamu mendengarkan, atau mengabaikan.

Saya tetap belum dapat kesempatan bertemu.  Saya tak bisa mengabaikan jarak yang memisahkan, selain kesibukan masing-masing.

Kenapa kamu suka hijau?

Suatu malam kembali kau bertanya tentang hijau.  Desis sambungan telepon kembali menemani keheningan.  Aku merasa pikiranmu sedang melayang, seakan hendak melakukan sesuatu.

Kamu lebih suka hijau perbukitan atau hijau padang rumput?

Pertanyaan lain terlontar bahkan sebelum saya menjawab yang pertama.  Saya tak pernah bilang sama kamu tentang warna favorit selain biru, jadi mengapakah kau tanyakan hijau?  Tapi pertanyaan itu hanya tertahan di tenggorokan.

Waktu terulur tanpa saya hitung lagi.

Kenapa kamu suka sapi?

Mungkin ini pertanyaan terakhir darimu, karena saya sudah tak tahan lagi.  Saya geram sudah.  Dendam merindu.  Menghirup aroma tubuhmu.  Dan kau malah bertanya tentang sapi.

Apa kamu suka sapi dengan lonceng di lehernya?

Saya pun meledak.  Dengan isak menyeruak.  Tak kuasa membentak, saya terlalu mencinta.  Hening sejenak, dan kau pun memberi janji temu.  Kami menutup sambungan telepon dalam diam.  Saya merasa menjadi lelaki yang kalah.  Entahlah.

Kami bertemu kemudian. Kau seperti bangun dari tidur panjang, matamu masih sembab.  Saya hendak bertanya, tapi kau sudah menepis kalau itu bukan sisa tangis.  Kau menyodorkan sebuah bingkisan, dan meminta saya segera membukanya.

Biru langit adalah kamu, awan gemawan adalah emosimu yang membuat langit tampak semarak atau

tampak sendu.  Hijau adalah pikiranmu, yang bisa membentang luas walau kadang naif.  Sapi adalah jenakamu, yang selalu mencipta senyum dan hidup.

Saya tertegun mendapati sebuah lukisan karyamu.  Kau menghabiskan malam-malam terakhir bersama goresan kuas.  Sedangkan saya dalam gelundung emosi akibat takut kehilangan.

Selamat ulang tahun, Sayang.

Ingin saya menjadi sapimu selamanya.

Love Story (2)

Dua Badai

Advertisements

16 comments on “LEGENDA AKU & KAMU #CeritadariKamar

  1. Pingback: #SwapBlog Project | disGOvery

  2. Pingback: #SwapBlog | Love Story | disGOvery

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s