Kapan Menikah?

Tergelitik untuk KETAWA ketika mendapatkan sebuh pesan bergambar di sebuah akun media sosial. Mengenai gerakan untuk mendukung stop bertanya kapan nikah saat lebaran dan momen kekeluargaa lainnya. Hal ini meggelitik sekali karena seperti masyarakat Indonesia yang pada umumnya perempuan menikah pada usia  23 keatas. Sehingga menjadi suatu ketidaknyaman  untuk berkumpul dengan keluarga ketika mereka selalu bertanya kapan menikah. Ini memberikan tingkat stress tertentu, terutama bagi kaum wanita.  Sehingga ini menjadi  momok menakutkan dan pertanyaan yang palingg dihindari. Sehingga ketika ada acara pertemuan keluarga ataupun undangan pernikahan, anda mau melarikan diri saja.  Ketika anda berumur 25 tahun, mungkin merasa biasa ketika ditanya karena memang sudah mulai waktunya, tetapi ketika sudah melewati 30 tahun, anda pun pasti sudah jengah, dan butuh jawaban yang lebih nyeleneh dari pertanyaan kapan menikah yang dilontarkan kerabat, sahabat ataupun teman sejawat.

Image

Berdasarkan ahli pernikahan usia ideal untuk menikah bagi wanita adalah 25 tahun. Karena secara sosial usia diatas 25 tahun bisa terbilang stabil dalam menghadapi persoalan, seperti maslaah keuangan, psikologis, dan hal ini berpengaruh dalam bagaimana mereka mengarungi bahtera rumah tangga. Coba direnungkan lebih dalam lagi, menikah bukan saja sekedar melepas status lajang. Menikah jauh lebih rumit dari sekedar pergantian status menjadi istri ataupun dianggap laku.

Dulu pernah ada sebuah iklan yang diperankan Agus Ringo, ketika berkumpul keluarga ia juga ditanyakan pertanyaan yang sama, ”kapan menikah?”. Anda bisa saja meniru jawaban yang standar ini, May, Maybe yes atau maybe no. Itu merupakan candaan klasik untuk para lajang ataupun pasangan yang belum siap menikah. Diiklan ini juga menunjukkan bahwa pertanyan tersebut bukan saja menghantui para wanita tetapi juga kaum pria.

Ada yang menjawabnya dengan candaan ala komedi, “mau tau ajeh apa mau tau banget?, aksi ini dapat dilakukan sambil ngelonyor meninggalkan si penanya yang mungkin kepo tentang kapan anda menikah. Awalnya pertanyaan itu ditunjukkan sebagai tanda perhatian oleh kerabat ataupun sahabat, tetapi kalau keseringan ditanya, anda akan merasa seperti orang yang selalu dihujani bom waktu. Siapa juga sih yang tidak mau menikah, tetapi setiap orang memiliki alasan-alasan tertentu sehingga belum menemukan pasangan. Setiap orang memiliki jalan hidup atau cerita masing-masing sehingga mendingan si penanya lebih banyak mendoakan, ketimbang sibuk bertanya kapan  menikah?

Anda bisa membuat si penanya manyun dengan jawaban anda yang santai “ Tunggu aja kabarnya karena masih indent calonnya”. Setiap manusia hidup berpasang-pasangan bukan dipasang-pasangkan. Jadi anda pasti selalu tetap beribadah dan berdoa serta juga berusaha mencari pasangan hidup anda. Tidak hanya pasrah menunggu.

Tapi jangan coba-coba menjawab seperti ini “sorry om, tante, I am pregnant. Tapi ngak tau yang mana bapaknya” Jawaban ini pasti akan membuat mereka terdiam seribu bahasa. Atau membuat mereka pingsan mendadak jantungan bahkan menyulut api kemarahan ditengah keluarga. Menyalahakan satu dengan yang lain, karena tidak bisa mendidik anda. Anda tinggal di negara yang sangat  berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan norma budaya dan masyarakat. Buntutnya, anda bisa diarak keliling kampung, dan ini tentu memalukan diri anda sendiri dan keluarga. Jadi tetap mencoba menjawab pertanyaan mereka tentang kapan anda menikah se elegan mungkin walaupun didalam hati sudah sangat sakit dan menderita. Hatipun tak mampu lagi berkata.

Bisa jadi anda adalah wanita karir yang super sibuk dan melontarkan jawaban “masih sibuk nih, belum sempat nikah!”. Sibuk selalu dikambing hitamkan atas permasalahan kenapa anda belum menikah. Tentu saja anda belum memberi waktu kepada diri sendiri dan membukan hati anda untuk orang lain. Menikah bukan lah menemukan sosok lelaki ataupun pangeran impian anda. Tetapi bagaimana anda bisa berkompromi dengan diri sendiri dan menerinma kelebihan dan kekurangan pasangan.

Mau tau jawabaan yang paling gres dan asoy, anda tinggal jawab gini aja ”lho kan sudah, memang kagak di undang ya waktu itu?” pasang lah mimik muka kaget dan berikan body language dengan menepuk-nepuk pundak orang yang bertanya pada anda, “Yah sudah kalo nanti perkawinan keduaku tolong ingetin undang kamu yah!” Jangang lupa ketika anda mengatakan ini berilah mereka muka malaikat anda.

Ini memamng agak lancang jawaban seperti ini” ya udah, om, tante yang cariin aja, kayaknya om, tante yang lebih kepengen dibandingkan aku”. Saking mumetnya anda ditanya kapan menikah oleh tante ataupun om ketika bertemu,bahkan  sekedar menyapa keponakan anda jadi tidak nyaman lagi.

Banyak cara untuk menghindari pertanyaan orang lain kapan menikah. Tetapi semuanya kembali kepada anda. Seberapaa jauh usaha anda menemukan pasangn ataupun calon suami. Jodoh itu tidak ditunggu, tetapi anda dan pasangan bersinergi untuk menemuakn satu dengan yang lainnya. Buka diri anda untuk bertemu orang-orang baru, tanyakan pada keluarga, sahabat, pria-pria yang dapat dijodohkan dengan anda. Toh tidak ada salahnya untuk memulai. Siapa tau anda menemukan peluang dan tambatan hati. Tidak ada yang bisa menduga apa yang terjadi didepan.

Mulailah anda bersinergi dengan alam semesta. Kuatkan hati untuk menemukan jodoh anda. Perbanyak ibadah dan doa. Kekuatan pikiran yang postif akan membantu anda. Mulailah anda melakukan hal-hal yang mengarah untuk menemukan pasangan anda. Ketika anda membeli sebuah gelas, anda mulai memikirkan membeli bukan hanya untuk anda tetapi juga untuk calon suami anda kelak. Tentu saja dulu waktu anda kos dan menjadi mahasiswa, membeli alas tempat tidur untuk single, tapi ketika anda sudah siap mengarahkan hati dan pikiran bertemu dengan pasangan anda, bersiap lah untuk membeli alas kasur double. Itu terlihat sepele, tetapi itu salah satu wujud keinginan dan perbuatan anda saling bersinergi.

Apapun pertanyan orang lain kepada anda, diri anda lah yang tahu kemana peranyaan itu diarahkan. Jangan membuat keputusan menikah hanya sekedar paksaan orantua dan keluarga ataupun memenuhi norma-norma didalam masyarakat. Menikahlah ketika Allah mengizinkan karena apapun yang terjadi adalah berkah-Nya.Menikah untuk mengingat kebesaran-Nya. Mulailah berserah diri kepada Allah dan menjadi hamba-Nya yang baik. Niscaya kebaikan pun selalu menyertai anda.

“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).

Untuk sahabat-sahabat ku yang menanti pasangan hatinya. InsyaAllah, segera menemukan jodohnya.

aphroditeluvapple, Lebak Bulus, 9 August 2013

Advertisements

7 comments on “Kapan Menikah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s