Es Krim Italia, Sejak Tahun 1923-Lumer di Mulut

Sore selepas balik dari Mesjid Istiqlal, Aku mencari busway yang menjadi andalan selama di jakarta. Tapi tetap saja aku tidak tahu dimana harus naik di shelter selanjutnya. Daripada pusing dan diam ditempat, Aku melanjutkan berjalan kaki tanpa tahu arah menuju kemana. Aku melewati kali yang sangat berbau dan ingin segera kulewati. Tentu saja langkahku semakin dipercepat. Tetapi, Aku terhenti pada sebuah bangunan kolonial Belanda yang sedang ramai disesaki antrian manusia yang sampai keluar bangunan tersebut. Ada apa ini, pikirku. Pastilah ada sesuatu spesial yang membuat orang sampai sebegitu banyaknya.

Aku menyapa sepasang kekasih yang sedang duduk ditrotoar dan menanyakan ada apa gerangan didalam gedung tersebut. Ternyata dia mengatakan bahwa orang-orang sedang mengantri untuk membeli es krim. Dia menunjukkan es krim di bungkus streofoam yang sedang dinikmati bersama kekasihnya. Dengan langkah penasaran aku menuju kesana. Ternyata itu adalah es Itali Ragusa, es krim trdisional tanpa bahan pengawet semenjak tahun 1932.  Ternyata es krimnya sudah cukup lama, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka.

ragusa 1

Aku ikut mengantri bersama puluhan orang lainnya, aku hanya tersenyum didalam hati, antrian panjang ini sudah seperti antrian sembako. Kutanya orang yang didepannku,  sepasang muda-mudi yang lagi kasmaran. Aku meminta petunjuk padanya tentang es krim apa yang direkomendasikan untuk dicoba. Dia memberikan tiga pilihan es krim sphageti, tutty fruity dan coklat yang direkomendasikanny, dan aku percaya karena dia telah mencoba tentunya.

Sampai diantrian di depan kasir, yang empunya curhat tentang para pedagang yang mendapat limpahan rezeki dari penjualan es krim. Karena disini hanya dijual minuman dan es krim, maka banyak para pedagang yang mendapat laba dengan berdagang makanan didepan toko es krim tanpa membayar sedikitpun ke toko es krim. Dan mereka pun menjual makanan dengan harga yang mahal, serta kebersihan meja pemilik toko es krim jadi tergangu karena adanya piring tumpukan sate, otak-otak dan jajanan makanan lainnya. Aku pun berkelakar kepada pemiliknya, semakin banyak mengalir rezeki kepada orang lain, semakin banyak juga rezeki yang mengalir kepada si pemilik es krim. Lihat saja, limpahan orang yang antri tidak pernah berhenti semenjak dibuka pada pukul 10.00 pagi.

Penjualnya dengan sgap menata es krim ke kotaknya

Penjualnya dengan sgap menata es krim ke kotaknya

Setelah membayar Aku menuggu antrian untuk mengambil es krim spahgeti. Sungguh unik cara es kirm ini dibentuk, benar-benar lekukannya seperti sphageti. Jadi aku tahu kenapa es krimnya dinamakan sphageti. Sphageti merupakan es krim vanila yang ditaburi dengan saus coklat ditambah toping kacang tanah sangrai dan sukade. Es krimnya sangat lumer dimulut dan gampang cair. Oleh karena itu harus segera dimakan. Es krim ini tidak menggnakan bahan pengawet dan masih dikerjakan secara tradisional seperti tempo dulu. Dengan harga 30.000 rupiah, es krim ini cukup besar untuk dinikmati sendiri. Tetapi tentu saja tetap habis kunikmati.

Daftar harga es krim Ragusa, Shageti, tutty fruty dan banana split patut dicoba bagi yang baru pertama kali kesini

Daftar harga es krim Ragusa, Shageti, tutty fruty dan banana split patut dicoba bagi yang baru pertama kali kesini

Aku duduk bersama dengan pelanggan es krim lainnya. Ternyata  mereka adalah para pelanggan setia es krim Ragusa. Salah satunya,  si ibu ini kembali membawa anak remajanya untuk menikmati es krim. Katanya dia sudah menikmati eskrim ini semenjak kecil, dan tempat es krim ini adalah tempat yang penuh nostalgia karena salah satu tempat dia ngedate denagan kekasihnya. Bagi dia tempat ini lebih dari sekedar tempat es krim, tetapi tempat yang penuh sejarah dan penuh kenangan. Ditambah lagi celetukannya bahwa es krim sphagetinya lebih enakan yang dulu. Aku saja langsung tersenyum membayangkannya, soalnya sphageti yang ada ini saja sudah sangat enak, pas dilidah, tidak manis dan tidak hambar. Pokoknya nampol dilidah. Dari ibu tersebut dapat kugali sebuah kisah indah dia dengan tempat tersebut, sebuah ikatan yang terbentuk antara konsumen dengan tempat yang dikunjuginya. Walaupun tidak tinggal di Jakarata lagi, jika ia ke Jakarta makan Es Krim Ragusa pasti menjadi agendanya.

Dindingnya terdpat bermacam gambar menu, pagam penghargaan muri serta foto-foto tempo dulu

Dindingnya terdpat bermacam gambar menu, pagam penghargaan muri serta foto-foto tempo dulu

karena camera low ketika mau ambil foto, jadi sphageti diambil dari, http://innoblessing.com/wp-content/uploads/2012/03/Ice-Cream-Ragusa-426x288.jpg

karena camera low ketika mau ambil foto, jadi sphageti diambil dari, http://innoblessing.com/wp-content/uploads/2012/03/Ice-Cream-Ragusa-426×288.jpg

Kulirik interior didindingnya, terdapat beragam foto-foto tua yang menggamabarkan keramaian orang yang sedang menikmati es krim. Dan terdapat pengahargaan dari Muri sebagai toko es krim tertua di Indonesia.Kejayaan masa lalu yang masih ada sampai sekarang. Tidak hanya dari cita rasanya serta nilai sejarah yang dimiliki yang menjadi ciri khas. Oleh karena itu  tak heran jika banyak para bule-bule yang kepicut dengan rasa Es Krim Ragusa dan siap antri.

Selesai makan eskrim, kusandang lagi ransel, dan berjalan kembali. Kenapa seporsi eskrim bisa membuatku semangat dan tersenyum lagi setelah capek berjalan. Yang pasti, suatu saat nanti aku akan kembali makan es krim dengan seseorang yang spesial, ntah itu di Ragusa atau disuatu tempat dibelahan bumi sana. Aku akan punya sepenggal kisah dengan eskrim. Nah bagi teman-teman baik itu tarevler, ataupun yang sengaja pergi liburan ke Jakarta, ayo singgah dulu menikmati cita rasa es krim ragusa. Dan temukan ceritamu.

Location           :  jl. Veteran i no. 10, gambir, 10110

Phone               :  (021) 3849123

Price                 :  lihat menu

Jam buka          :  10.00-21.30

Advertisements

9 comments on “Es Krim Italia, Sejak Tahun 1923-Lumer di Mulut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s