Merayakan Ulang Tahun Jakarta ke 486 ala PAKARTI

Minggu 23  Juni 2013

Kembali dari acara Jakarta 10K 2013, Aku berjalan santai untuk kembali pulang kerumah teman. Hari sudah menunjukkan pukul 10 pagi, dan cuacanya cukup bersahabat untuk tetap berjalan. Iseng-iseng aku menghampri sebuah keramaian. Ternyata beberapa orang sedang membuat gambar karikatur untuk merayakan ulang tahun Jakarta yang ke 486.

2013-06-23 09.21.19

Tua muda berkumpul di trotoar Jalan Sudirman, menumpahkan imajinasi dan ide lewat karikatur

2013-06-23 09.20.49

Berdiri pun jadi asal gambar

Karena suka menggambar semenjak kecil serta dulu bercita-cita mempunyai pekerjaan yang berhubungan dengan dunia gambar dan imajinasi (sempat terlintas untuk menjadi komikus, racun yang diperoleh karena keseringan baca komik daripada buku pelajaranJ). Ditengah keramaian, ada dua orang yang yang sangat cekatan menggambar karikatur tanpa memperdulikan sekitarnya. Mataku tak dapat lepas dari betapa cekatan mereka menggabungkan daya imajinasi dan keluwesan tangan-tangan mereka dalam menggoreskan spidol. Aku saja sampai tidak beranjak untuk pergi, padahal awalnya Aku ingin sekali untuk beristirahat setelah lari ( dibaca jalan cepat) lebih 10 km.

Aku bertanya kepada seorang panitia untuk apa menggmbar karikatur di trotoar Jalan Sudirman. Dia mengatakan ini merupakan kegiatan dari PAKARTI (Persatuan Kartunis Indonesia) untuk ikut berpartisipasi merayakan ulang tahun Jakarta. PAKARTI merupakan wadah  bagi karikaturis Indonesia yang terbentuk semenjak tahun 1989, di Ancol. Ketika itu sangat susah bagi para karikaturis untuk menembus media massa, sehingga dibutuhkan suatu wadah untuk saling mendukung satu dengan yang lainnya. Tidak seprti sekarang, karikaturis dapat memajang karya mereka di media online seprti facebook. Perkerjaan sebagai karikaturis ini lebih menjanjikan, karena karya-karya mereka tidak hanya sebatas media koran, tetapi bisa media baju, mug, tas, dan lain-lain. Tergantung bagaimana daya kreatifitas dalam menyajikan karya dan menyampaikan ide.

Sepertinya sipanitia melihat mataku yang berkaca-kaca melihat gerakan tangan orang yang sedang menggamabar. Dia memberikan spidol kepadaku dan tanpa berkata apapun aku langsung mengambilnya. Dia meminta kertas kepada panitia lainnya, dan ternyata mereka telah kehabisan kertas. Agak kecewa ketika mendengarnya, padahal aku juga ingin ikut menggambar. Ntah siapa itu, kemudian salah  satu dari mereka memberikan satu lembar kertas gambar padaku.

Dengan tenang aku menikmati waktu menggambar, kurang dari 15 menit akan selesaikan gambarku. Tangan-tanganku yang kaku menggoreskan spidol langsung tanpa sketsa. Aku gugup mau bercerita apa diatas kertas tersebut. Aku ingin menggambar Monas, tapi aku tidak begitu mengingat tampak visual tugu yang gagah itu. Walaupun sudah beberapa kali ke Jakarta, belum pernah sekalipun aku  berfoto di Monas. Ah Aku lupa, bentuk tugu ini tidak familliar di kepalaku seperti kebanyakan orang-orang Jakarta yang bangga terhadap Monas. Aku menggambark seorang dari dunia antah berantah yang sedang duduk berdoa untuk Jakarta. Nah lihat saja hasil gambar (belum tepat disebut kartun, karena kartu menonjolkan sesuatu pada karakternya)  yang begitu kaku dan tidak luwes.

mine

Hasil coretan tangan setalah bertahun-tahun tidak menggambar

Selesai menggambar aku serahkan pada mbak Pratiwi Ambarwati seorang karikaturis wanita. Dia akan membawa karikatur-karikatur ini untuk dihadiahkan kepada Pak Jokowi. Karikatur merupakan sebuah media untuk menyampaikan pesan dan kritik sosial ujarnya padaku. Karikatur-karikatur ini merupakan gambaran jujur dari warga Jakarta, karena yang ikut tidak hanya para karikatur profesional, tetapi warga Jakarta yang sedang melewati jalan Sudirman, bahkan anak-anak yang menjadi cikal bakal karikatur muda selanjutnya. Mereka mencoba menggambarkan Jakarta berdasarkan imajinasi dan pendapat mereka lewat gambar. Lalu Mbak Ambar  mengenalakanku pada Jan Praba dan Jokowi Warso, karikaturis-karikaturis hebat Indonesia. Aku senang sekali, pasti akan sangat membanggakana mendapat ilmu dari mereka. Sayang sekali aku hanya orangPadang yang singgah sebentar untuk ke Jakarta. Mungkin suatu saat nanti, aku berkesempatan untuk mengikuto workshop yang diadakan oleh PAKARTI.

1

imajinasi seorang anak tentang kota Jakarta

2013-06-23 09.17.12

Karikatur Jokowi dan Ahok

Lalu Aku melanjutkan kembali perjalanan pulang, dan seorang photografer mengabadikan dengan gambarku (aku lupa memintanya untuk dijadikan dokumentasi pribadi). Semoga lewat karikatur-karikatur yang diserahkan kepada Pak Jokowi, bisa membuat Pak Jokowi tersenyum dihari ulang tahun Jakarta, dan menjad sumber inspirasi untuk bekerja. Selamat ulang tahun Jakarta 486, semoga makin bersih, bebas banjir,  teratur dan macet dikit, asal nyampe kantorJ

Advertisements

2 comments on “Merayakan Ulang Tahun Jakarta ke 486 ala PAKARTI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s