Kebelet pipis, Mama!!!

Sabtu-15 June 2013

Di hari yang belum terlalu siang, kota Pekanbaru telah menunjukkan kegarangan sinar mataharinya, dengan langit tertutupi kabut. Setelah sarapan lontong gulai dan secangkir teh tawar hangat aku mancari tempat untuk berfoto. Maklum aku termasuk manusia pelupa, karena aku lupa dimana menaruh cd foto, dengan segera aku harus berfoto dan mencetaknya sembari menuggu keberangkatan sore nanti.  Karena pas poto adalah barang yang akan aku butuhkan di perjalanan kali ini, mau tak mau aku harus mencari studio foto. Seorang  teman merekomendasiakan untuk berfoto di Panorama, tetapi perjalanan yang membuat keringatku bercucuran membuat aku kelelahan mencari dimana tempatnya. Tidak hanya keringat aku pun ingin ke kamar mandi untuk kebelakang, di sepanjang jalan Sudirman terdapat ruko-ruko besar dengan beragam barang dan jasa yng ditawarkan. Tak lama kemudian aku menemukan sebuah nama tempat “royal fhoto”. Dengan bersegera aku mengatakan akan membuat pas fhoto. Kemudian aku bertanya dimana letak toiletnya.

“Tidak ada” katanya datar

“Apa?, masa tidak ada toilet diruko sebesar ini” aku terperangah, tidak percaya karena ruko ini merupakan sebuah gedung bertingkat tiga.

Kemudian dia bertanya padaku apakah aku sudah siap untuk difoto, aku menyatakan aku harus menyisir rambutku dan berbedak agak sebentar. Kalau pembaca tahu, pasti tidak akan dekat-dekat dengan ku, aku belum mandi sejak semalam. Dan  harapan ku pupus sudah untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Dengan segera aku berdandan karena aku ingin kekamar mandi, penderitaan menahan pipis sangat lah tidak nyaman. Setelah selesai dia memotretku, agak ragu hatiku dengan hasilnya mengingat dia masih begitu muda. Tapi kujauhkan prasangka itu, keahlian bukanlah dilihat dari usianya. Dia mengambil fotoku satu kali, dan sudah. Aku lebih tercengang lagi, karena  cuma sekali petik.

“masa cuma sekali petik” kataku lugu. Biasanya si photografer akan mengambil beberapa petik foto dan membiarkan pengguna jasanya untuk memilih hasil foto yang mana untuk dicetak.

“iya, sudah selesai” jawabnya datar

Melihat sikap dia yang percaya diri mungkin hasilnya bagus. Karena pipis kebelet aku mengakhiri sesi foto dan tidak menggubris foto yang cuam sekali take saja. Aku sampai menahan sambil jongkok  dan bergerak kesana kemari, agar air seninya tidak memaksa untuk segera keluar. Sungguh  tidak tahan. Kebelet pipis, Mama, erang ku didalam hati.

“Lho, kalo ada yang mau foto disini trus pengen pipis gimana dong” tanyaku penasaran dengan menahan pipis sambil membereskan perangkat make up.

“tidak disini, karena tidak ada kamar mandinya’” katanya tidak bersahabat

“Lho kalo kamu lagi kerja dan pengen pipis gimana dong?” kataku semakin penasaran

“Saya kekamar mandi diatas” katanya lagi

“Ohhh “ aku hanya bisa berseru ooooo didalam hati dengan gerak mulut yang agak monyong. Dia mempunyai kamar mandi diatas tidak mau berbaik hati menawarkan  padaku  yang sudah tidak tahan ingin kekamar mandi.

http://www.riprenfield.com/2009/06/%E2%80%A0-rip-renfield-504-flag-day-%E2%80%A0/

“Duh, ada alternatif lain gak buat kekamar mandi?  Udah kebelet nih!”kataku mulai kesal.

“Pergi aja ke kedai kopi sebelah dan biasanya dia mau numpangin” dia menginformasikan padaku untuk menumpang kesebelah.

Makin kesal aku setengah mati, aku mau menggunakan uangku disini masa aku pakai fasilitas ditempat lain. Ah benar-benar orang pelit , apa lah salahnya dia menawarkan dikamar mandi diatas, karena aku memakai jasa ditempatnya. Langsung saja aku ke kedai kopi sebelah dan numpang pipis, yah.. dasar aku orang yang tidak enakan, akhirnya aku memesan segelas kapucino dingin. Segan saja rasanya sudah numpang dan tak tahu diri. Dikamar mandi itu aku bisa melepaskan semua panggilan alam dan menggosok gigi.

Aku mengikhlasakann segelas kapucino biasa dengan harga 8000, agak mahal memang, ditambah lagi aku membelinya bukan karena ingin minum.

Jadi curhat deh di tulisan ini. Pelajaran hari ini, tempat yang bagus dan besar belum tentu mempunyai toilet (walah ada-ada aja^^). Mendingan di tanya dulu deh apakah mereka punya toilet. Serta hasil foto di “Royal Foto” sangat lah mengecewakan dengan harga tiga kali lipat untuk jasa yang sama distudio foto yang bagus di Padang. So, bagi traveler yang lagi tersesat dan tiba-tiba ada keperluan untuk membuat dan mencetak foto  mendadak di Pekanbaru, harus pikir-piki lagi buat kesana. Memang sebuah rekomendasi sangat penting tentang suatu tempat untuk mengetahui kualitas dan pelayanannya. Aku menyadang lagi ransel dan melaju dengan  trans metro Pekanbaru untuk kebandara. Kurang dari lima menit, aku melihat papan bilboard besar bertuliskan Panorama. Aku hanya bisa menghela napas panajng, kalau saja aku lebih bersabar sedikit untuk menemukan tempatnya.

 

Advertisements

2 comments on “Kebelet pipis, Mama!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s