Mama, Dosen dan Kantor

 

Ada beberapa cuplikan sederhana yang belakangan ini lewat di benak Saya menari-nari indah dalam bayangan. Memang hal ini sangat sederhana, dan Saya berfikir kalau satu orang saja bisa memahami kesederhanaan ini dan menjalankannya, memang tidak akan mendatangkan reaksi yang hebat. Tetapi ketika hampir semua orang melakukan kesederhanan ini akan mendatangkan reaksi yang luar biasa hebat. Akan begitu banyak energi yang bisa disimpan dan perlindungan terhadap lingkungan yang dapat dilakukan . Ini sangat membantu bumi yang memang sudah tua. Jangan sampai kita kehabisan energi dan kehilangan lingkungan, karena yang hilang dan habis akan menjadi suatu penyesalan mendalam karena tidak menjaganya dengan baik. Cerita Saya berawal dari sini…

Saya dan Mama

Dari dulu yang Saya tahu Mama itu adalah orang yang cerewet mengenai masalah air dan listrik dirumah. Pasti tiap hari, dan hampir tiap waktu beliau mengingatkan Saya mengenai lampu yang harus mati disiang hari dan air kran yang harus ditutup ketika bak sudah penuh. Saya paling malas mengerjakannya, apalagi ketika Saya sedang menikamti program tv favorit , atau sedang asyik membaca komik sambil tidur-tiduran. Saya paling malas karena harus bergerak, tapi dengan enggan tetap saja berjalan mematuhi perintah beliau. “ Mengapa harus ,menghidupkan lampu disiang hari, sedangkan ada penerangan matahari, belajarlah berhemat dan menggunakan energi seefisien mungkin anakku. “ selalu dengan lembut dia mengatakannya pada Saya. “ Kenapa Ma, bukannya tagihan air dan listrik ditanggung” Saya masih begitu muda dan tidak begitu paham tentang berhemat. (ketika itu kami sekeluarga masih tinggal di asrama, listrik dan air tidak menjadi masalah)” “ Ini bukan saja persoalan kita dapat menggunakan air dan listrik secara gratis anakku, tetapi sesutu yang mubazir tidak disukai Allah dan itu temannya setan.” Ah, Mama membuat Saya menjdi malu, nasehatnya selau menyentilku untuk ingat dengan nikmat Sang pencipta. “ Nak, kamu harus lebih banyak bersyukur, banyak kawanmu jauh di pedalaman sana yang belum menikmati listrik, dan banyak kawanmu disana yang harus berjalan ribun kilo untuk mendapatan air bersih buat minum.” Saya menganguk tanda menyetujui nasehat mama. Dan semenjak itu sampai detik ini Saya menjadi orang yang cerewet ketika lampu yang hidup disiang hari dan tidak perlu penggunaanya, atau pun melihat ait kran dikantor yang melimpah karna tidak dimatikan pengguna sebelumnya. Saya geram ketika jam makan siang yang berdurasi satu setengah jam, komputer dikantor masih tetap menyala. Tidak ada salahnya untuk turn off ataupun standby karena ini akan mengehemat energi juga.

Saya dan dosen pembimbing kedua

“ Tidak usah, Saya hanya butuh soft copy dan kamu kirim via email. Soft kopi lebih baik daripada saya harus menyimpan hard kopi.” Dia adalah pembimbing skripsi saya yang tidak meminta kopian skripsi saya. Pihak kampus mewajibkan setiap mahasiswa yang akan wisuda untuk membuat 11 kopian skripsi dan dikala itu durasi halaman skripsi Saya mencapai seratus lembar( dan itu belum dikali kan dengan 11). Dan saya bersyukur sekali dosen ini menolak untuk meminta kopian dan lebih memilih dikirim melalui email. Bagi Saya yang masih berstatus mahasiwa waktu itu, tidak mengkopi berarti menghemat pundi-pundi pengeluaran yang semakin membengkak mendekati wisuda. Tetapi nilainya lebih dari itu. Beliau peduli terhadap isu lingkungan dan pemanasan global. Kebanyakan tumpukan kopian skripsi berakhir disudut ruang gelap, menjadi bungkus cabe dipasaran ( setidaknya ini masih bisa dimanfaatkan) atau sekedar menjadi koleksi dilemari yang entah kapan akan dibaca lagi. Bisa dibayangkan banyaknya pohon-pohon yang ditebang untuk pabrikan kertas. Dan kertas tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal. Selain sudah membaca skripsi yang Saya berikan, beliau menyimpannya didalam bentuk soft kopi akan menjadi tidak mubazir.

Saya dan Kantor

Ketika bekerja, Saya tidak jauh berhubungan dengan kertas dan kertas. Melakukan kesalahan bagi Saya adalah hal yang wajar, apalagi ketika mencetak dokumen, itu tidak semata hanya kesalahan dari Saya yang mencetak tetapi kesalahan yang terjadi karena tiba-tiba printer yang tiba-tiba ngadat dan merusak hasil cetakan. Tapi yang selalu bikin Saya kesal adalah orang-orang yang tiba-tiba meremukan kertas dan membuangnya ditong samapah. Alangkah lebih baiknya kalau kertas yang salah dikumpulkan dan bagian belakangnya yang masih kosong masih bisa digunakan. Kertas bekas tersebut bisa dijadikan nota kecil atau dijadikan kertas buram ( sedari kecil Mama mengajarkan menggunakan sisa kertas yang masih kosong ketika sekolah dulu untuk kertas pencari saat mengerjakan soal matematika).

Sudah banyak perusahaan yang menerapkan peduli terhadap lingkungan dan meminimalisir penggunaan kertas. Saya ingat kata-kata dari sebuah perusahaan jasa “ Please consider the environment before printing this e-mail. Did you know? By recycling 50kgs of papers, you are saving one 20 year old tree. Make recycling a part of your life. “ Disaat memebaca emil masuk pun Saya selalu diingatkan untuk berpikir dua kali untuk mencetak email tersebut, kalau email tersebut penting dan memiliki lampiran yang harus didokumentasikan secara hard copy nya, Saya akan mencetaknya.

Ternyata secara tidak sadar sedari kecil Saya sudah diajarkan untuk melakukan hal yang tidak mubazir dan merugikan lingkungan. Ternyata hal sederhana dan mulai dari diri sendiri merupkan langkah awal meminimalisir dampak pencemaran terhadap lingkungan dan pemanasan global. Mulailah dari diri sendiri dan sekarang, karena Bumi tidak bisa menunggu dan terus bertambah tua. Bukan saja melakukan apa yang dikatakan orang tua, mengingat pesan dosen ataupun berkampanye degan kawan-kawan, tetapi melakukannya untuk Bumi, rumah Saya dan Kita semua, dan untuk generasi selanjutnya.

love our earth, start today

 

 

 

 

Advertisements
By aphroditeluvapple Posted in THOUGHT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s