Pulpy Orange, I Damn Love it

Siapa yang tidak kenal dengan minuman Minute Maid Pulpy Orange yang terkenal dengan taglinenya ‘refreshingly orange surprisingly pulpy”.  Minute Maid dibeli oleh Coca-Cola Company semenjak tahun 1960, dan terkenal dengan minuman sari buah jeruk asli dengan vitamin C dan bulir jeruk asli atau yang disebut dengan pulp. Di Indonesia sendiri , Minute Maid pertama kali dipasarkan pada tahun 2008. Sejak hadir dikota Padang, minuman ini langsung menjadi favorit Saya.

Tidak hanya menjadi minuman favorit Saya, tetapi menjadi minuman favorit keluarga dan teman-teman dekat Saya. Dirumah Mama selalu mestandby kan keberadaan minuman yang saya sukai ini. Mulai dari ukuran kecilnya sampai ukuran besar. Tak tanggung-tanggung Mama selalu membelinya kartonan untuk persediaan dirumah. Walaupun ada dirumah, tetap saja kalau ketemu dikafetaria kampus pulpy selalu menajdi sasaran untulk diminum. Rama, Wita, Mita dan beberapa teman Saya selalu terheran-heran karena saya tidak bisa jauh dari pulpy. Dimana saya makan disitulah pasti ada pulpy.  Disetiap dalam perjalanan, didalam tas pasti ada pulpy. Walaupun saya membeli minuman lain dalam perjalanan, pasti pulpy orange juga bersama Saya. Seiring dengan hadirnya rasa baru  trpical fruit dan mango, cinta pertama saya pada pulpy orange tetap lah setia. Harganya ketika itu jugalah tidak terlalu ramah untuk kantong mahasiswa, tetapi ketika masih disubsidi kecintaan saya pada pupy orange tetap masih bisa berlanjut.

Cinta Saya masih seperti yang dulu, tapi caranya saja yang berubah. Sejak Saya menginjakan kaki dikota baru ini, ( kalau dihitung-hitung samapai tulisan ini diturunkan sudah 210 hari), Saya berpuasa minum pulpy. Bukan karena tidak suka lagi, tetapi kondisi keuangan yang belum stabil sejak berpisah dari orangtua. Jadi sekarang untuk membeli sebotol pulpy orange tidaklah segampang dulu,  bukan masalah tidak bisa membeli satu, tapi ketagihan setelah meminum satu botol pulpy. (kalau dulu saya bisa mengkomsusi 2-3 perhari). Membeli sebotol pulpy menjadi bahan pertimbangan Saya, lebih baik sebotol minumannya membeli dua bungkus nasi gemuk (sejenis nasi uduk) untuk dua kali sarapan.  Sejak saat itulah Saya berhenti untuk membelanjakan dana Saya yang terbatas. Saya berjanji dalam waktu 365 hari untuk tidak minum pulpy.

 Hal ini tidakah mudah bagi yang menyukainya, warnanya yang sangat Saya sukai, dan itu menjadi godaan yang sangat berat bagi ketika membantu menjadi kasir di mini market. Didepan kasir terdapat sebuah kulkas coca-cola besar dan deretan botol pulpy orange yang segar dan dingin. Sempat Saya merogoh kantong ingin membelinya, tapi Saya ingat janji setahun yang telah saya ucapkan. Dan niat itu Saya urungkan. Air liur pun ditahan.  Pernah suatu kali ketika lagi ngasir dan teman saya melihat tatapan mata saya pada kulkas, dna dia berinisiatif untuk membelikan minuman, dan dia meunjukan puly orange untuk dibelikan. Seolah dia tahu mata saya tak beranjak dari pulpy. Tapi tawaran itu saya tolak dengan halus. Bukan karena tak ingin, tapi karena saya sudah memilki target tidak mengkonsumsinya buat tahun ini.

Tak pelak ketika Saya balik kePadang dn berkunjung kerumah kawan Saya, Wita. Dia yang tahu  betapa saya memfavoritkan pulpy orange, diam-diam beranjak keluar rumah dan membawakan dua botol pulpy orange. Kata dia sebagai pengobat rindu. Dan lagi-lagi saya menolak tawaran dia dengan halus. Ingat janji Saya pada diri sendiri. Kawan Saya Mita pun tak pelak bercanda untuk membelikan pulpy orange kalau saya mau bertemu dengan dia. Tapi itupun lagi-lagi Saya tolak. Ternyata pulpy terakhir yang saya minum adalah pada tahun kemaren bulan desember, sehari sebelum keberangkatan kekota ini, dan Saya masih ingat itupun ditraktir Mita disebuah minimarket di Padang  Rama pun pasti dengan senang hati untuk membelikan Saya pulpy ketika berkunjung kejakarta. Dan saya pun tersenyum.

Perjuangan Saya tahun ini untuk tidak mengkonsmsi pulpy tidaklah mudah, karena Saya sangat suka dan tergila-gila dengan pulpy. Ibaratnya meninggalkan seseorang yang sangat dicintai dan melupakannya tidaklah mudah. Tetapi beriringan waktu, kemauan dan niat yang kuat, Saya berhasil melewatkan tanpa pulpy. Saya tetap bisa fresh dan semangat. Tapi  hal ini belum bisa Saya lakukan untuk melupakan orang yang Saya suka. Menulis tentang Pulpy ini pun membantu untuk menguatkan tekad Saya untuk melupakanya. Saya yakin bahwa saya mampu melakukannya, menjalankannya, dan waktu adalah jawaban dari semua proses.

Ps:Buat teman-teman yang ingin mentraktir pulpy.bisa mulai mentraktir Saya di 1 januari 2013. Berbagai bentuk minuman pulpy orange akan dengan senag hati diterima. Mita,Wita dan Rama kutunggu Pulpy dari mu ya:D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s