Pulau Bangka, Pesona Pantai Seribu Batu

Bersama seorang teman dari Bengkulu yang dipertemukan lewat Couch Surfing pada 6 april 2012, kami berdua mengunjungi pulau Bangka. Sekitar jam 4 pagi dia sudah sampai di kota Palembang. Dan sejak semalam aku hanya tertidur sebentar, karena takut terlamabt bangun dan ketinggalan kapal yang akan membawa kami menyebrang dari pelabuhan Boom Baru ke Mentok, Bangka. Dan bisa jadi aku tidak bisa tidur karena hormone kesenangan yang meningkat untuk memulai liburan.  Sekitar jam 7 pagi, kami sudah menaiki kapal. Kapal yang kami naiki bernama Express Bahari. Tiket penyebrangan dari Palembang ke Bangka, tiket ekonomi sekitar 135.000, tiket eksekutif sekitar 185.000,  dan tiket Vip sekitar 225.000. perbedaanya tiket ekonomi tempat duduknya paling atas, dan lebih berdesakan. Kalau di kelas esekutif tempatnya lebih lapang dan ada ac.

Perjalanan dengan kapal Ekspress Bahari memakan waktu 3 jam. Terdapat juga penyebrangan yang lebih murah dengan kapal feri senilai 25.000-35.000, tetapi memakan waktu lebih kurang 10-12 jam lebih. Dari pelabuhan Muntok, kami akan mengunjungi daerah Sungai Liat. Karena didaerah ini katanya memiliki pantai yang indah dan masih eksotis. Dari pelabuhan kami menaiki travel yang telah kami pesan dipalembang, bahkan tiketnya juga dapat di beli diatas kapal, karena ada jasa tiket yang ditawarkan oleh pekerja diatas kapal. Tiket dari daerah Mentok meuju Sungai Liat  senilai 50.000, rupiah.

Sasampainya kami di pelabuhan Muntok, terdapat atmosfer yang berbeda dengan dengan pelabuhan di Palembang. Hamparan pasir putih dan birunya laut terbentang menyambut kami. Baru sampai dipelabuhan telah memberikan suasana yang begitu indah dan menyejukan mata. Apalagi kami akan menempuh perjalanan sejauh 3 jam dari Muntok ke Sungai Liat. Pastilah pemandanganya akan lebih bagus lagi, kataku  didalam hati.

Karena kami datang pada long weekend, jadi suasana pelabuhan sangat lah ramai, dan ratusan mobil travel telah siap menunggu mengantar penumpang keberbagai jurusan, antara lainnya ke Belinyu, Muntok, Pangkal Pinang, dan lain-lainya. Disampainya, di Sungai Liat, supir travel menurunkan kami didekat pasar. Mereka menyarankan kami untuk mencari penginapan didaerah Sudirman. Karena kami datang berbarengan dengan hari liburan Paskah. Jadi bnyak took-toko yuang tutup pada hari itu. Mungkin juga Penduduk di Bangka juga didominasi oleh penduduk keturunan tiongha dan beragama Kristen.  Makanya banyak toko yng tutup pada hari itu.

Akhirnya kami makan disebuah restoran seafood, disimpang dekat pasar. Sayang sekali kami lupa nama tempat makan tersebut, karena kami sudah sangat kelaparan menempuh 3 jam perjalann laut dan 3 jam perjalanan darat. Tapi yang kami tahu makanannya cukup enak dan sepadan dengan apa yang mereka tawarkan.

Setelah kenyang kami segera mencari penginapan untuk bermalam, kami menaiki angkot berwarna kuning menuju daerah jalan Jend Sudirman. Karena didaerah ini banyak terdapat wisma dan penginapan yang berharga miring. Sopir angkot menurunkan kami di Wisma Jaya bersama, sebuah bangunan bergaya colonial Belanda. Dia memberi harga 75.000 ribu untuk satu kamar yang bisa diisi oleh 2-3 orang. Dia menunjukkan sebuah kamar yang cukup rapih dan bersih, tapi sayang sekali ternyata sudah full booked. Berbekal informasi dari penjaga wisma jaya bersama, kami mendatangi wisma Flamboyan yang terletak tak jauh letaknya dari wisama Jaya bersama. Alamat wisma Flamboyan jalan Sam Ratulangi S. Liat melati 1.

Sesampai di wisama kami disambut oleh bapak pemilik wisma yang ramah. Harga satu kamar 150.000 rupiah semalam, itu sudah termasuk sarapan pagi. Setelah kami melihat kamarnya, kami setuju untuk menenmpatinya. Kamrnya terdiri dari dua double bed, televisi dan kamar mandi. Kami berdua bisa share untuk membayar kamar. Karena ada dua kawan kami yang datang keesokan harinya, kami hanya dikenakan tambahan biaya 30.000 rupiah per orang. Untuk jalan-jalan kami menyewa motor seharga 75.000 rupiah, kami dapat mengunkannya dari pagi sampai malam.  Menggunakan sepeda motor sangat membantu kami untuk menempuh pantai-pantai  indah di Sungai Lia

Tempat-tempat yang kami kunjungi selama di sungai liat

  1. Pantai matras, hal pertama yang aku lihat berbeda dengan pantai-pantai yang sebelumnya aku lihat adalah banyaknya hamparan bebatuan. Dan pasirnya yang putih menambah keelokan tatanan pemandang pantai. Kami menemukan pantai ini adalah awal sebuah ketidaksengajaan. Berbekal sepeda motor dan informasi dari pemilik wisma kami berencana mengunjungi pantai parai. Tapi karena tidak mengetahuinya, kami terdampar di  pantai yang elok ini.

 Image

2. Panati rebo

Disini terdapat para penambang timah, sejak pagi mereka mulai mencari timah. Pantai disini juga banyak batunya. Kami berdua ikutan  berenang untuk mencari timah. Pekerjaan ini sangat membutuhkan kesabaran dan fisik yang kuat karena harus menantang panasnya matahari.

Image

 

Image

3. Pantai tikus

Kami menikmati pemandangn pantai tikus dari atas, kami berdua tidak menemukan jalan menuju kebawah pantai. Dan dikarenkan kami berdua takut meninggalkan motor, dan membawanya menyusuri turunan yang curam jugalah tidak memungkinkan. Dan pastilah dipantai ini tidak luput dari hamparan batu-batu diatas pasir putihnya,

Image

4.  Pantai Tanjung pesona

Di sini merupakan resort dan hotel tanjung pesona. Pantainya sangat indah dan terkelola,    karena terdapat juga fasilitas untuk menikmati pemandangan, dan terdapat juga tempat makan. Sehingga pengunjungan yang kelaparan setelah bermain air bisa saja langsung memesan makanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Pantai penyusuk

Pantai ini pun tak kalah elok dari pantai yang lain. Disinpun terdapat ratusan batu yang terhampar dipesisirnya. Disini ombaknya pun lebih tenangm, karena merupkan daerah teluk. Banyak para wisatawan yang menghabiskan waktunya dengan berenang atau duduk-duduk menkmati hembusan angin.

Image

 6. Pantai parai

Di pantai Parai terdapat resort yang bagus. Disini banyak wisatwan asing atau pun local yang menginap disini. Karena fasilitas yang dimiliki hotel ini pun sangat lengkap. Dan pantai dihotel ini pun salah satu yang terbaik dari pantai yang lain.

Image

 

Image

Tak terasa keesokan harinya kami harus segera meninggalkan negeri yang elok ini, sayang sekali rasanya. Tapi kewajiban telah menunggu untuk dilaksanakan keesokan paginya. Kami berangkat kembali dari Sungai Liat jam 7 pagi menuju Muntok. Dan arus balik terasa lebih padat, karena banyak wisatawan yang harus kembali bekerja pada hari seninnya . Atau itu karena kami tahu, memulai sebuah liburan terasa lebih menggoda ketimbang mengakhiri sebuah liburan

About these ads

4 comments on “Pulau Bangka, Pesona Pantai Seribu Batu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s